MUNGKINKAH ISLAM KAAFAH DAPAT TEGAK DIBAWAH PENGUASA KAFIR ?

Kita sudah sama-sama mafhum dengan firman Alloh yang berbunyi :

208. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. 2:208)

 Ayat tersebut diatas adalah berupa perintah yang menggunakan uslub fi’il Amr (kata perintah) dan didahului dengan harfu nida (kata seruan) tertuju wabil khusus kepada orang-orang yang beriman.

Dari ayat diatas kitapun mafhum bila amr itu hukumnya wajib dikerjakan selama tidak ada ‘illat (sebab) tertentu. Dan ayat Al-Qur’an pun memberikan bentuk pariasi yang lain, yakni bila ada Amr tentu selalu dibarengi dengan nahi (larangan). Dan nahi (larangan) khusus dalam ayat ini yaitu :

 “dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. 2:208)

 “Langkah-langkah syaithon” yang dimaksudkan dalam Al-Qur’an adalah segala jalan atau faham (ideology) yang tidak menuju kepada Alloh (Al-Islam) dan Alloh berfirman :

 153. dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. (QS. 6:153)

 Dari pengertian ayat diatas menjadi jelaslah bahwa seorang mu’min yang sebenarnya adalah dia yang hanya menerima konsepsi Alloh dan Rosulnya (Al-Islam) secara totalitas dan menolak segala macam ajaran (ideologi) yang bukan dari Al-Islam.

Yang menjadi permasalahan sekarang adalah hakekat kaaffahnya Islam itu sendiri. Hal ini erat kaitannya dengan pemahaman tentang Islam (Tafaqohu dienul Islam) bagi masing-masing pengaku muslim.

Ada kecenderungan sebagian orang memahami bahwa Islam itu cukup melafadzkan dua kalimah syahadah saja (baik ketika dalam sholat maupun ketika nikah) sebagian lagi memahami Islam terbatas kepada aspek ibadah yang sifatnya ritual seremonial belaka. Dengan kata lain bila telah melaksanakan lima rukun Islam (kendatipun tidak paham maknanya) telah kaaffahlah Islamnya.

Dari pemahaman yang beragam itu maka timbul pula jawaban yang berbeda-beda menanggapi pertanyaan diatas. Bagi yang memahami Islam hanya sebatas syahadah didalam sholat dan nikah atau hanya aspek ritual mungkin akan menjawab : “Bisa saja kita ber Islam secara kaaffah dibawah penguasa kafir asal penguasa tersebut menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama dan beribadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing”.

            Ya……… jika memang Islam itu cukup dipeluk (dipercayai) dan ibadah ritual saja, mungkin jawaban itu telah benar. Akan tetapi benarkah Islam hanya demikian?

bersambung………..

One response to “MUNGKINKAH ISLAM KAAFAH DAPAT TEGAK DIBAWAH PENGUASA KAFIR ?

  1. ya nggak dong, karena islam kan melarang mengangkat orang kafir sebagai pemimpin. dari sisi ini aja sudah salah, lantas mau ditambah kefatalan apa lagi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s